Toko Online Termurah dan TerpercayaManfaat Sabun, Sanitizer dan Air Hangat Ampuh Tangkal Virus Corona?Murahbanget.id
  • Status Order
  • Tlp: 082238171819
  • SMS/WA: 082238171819
  • admin@murahbanget.org

Manfaat Sabun, Sanitizer dan Air Hangat Ampuh Tangkal Virus Corona?

01 April 2020 - Kategori Blog

 

Mengapa Sabun, Sanitizer dan Air Hangat Ampuh Tangkal Virus Corona?

Cuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir mungkin jadi hal yang paling sering Anda lakukan belakangan ini, terutama setelah adanya pandemi Virus Corona(Covid-19), karena dengan cara itulah kita bisa menurunkan risiko terhindar dari terpapar virus Corona.

Tak hanya itu, dengan membiasakan diri mencuci tangan secara tepat, kita bisa membantu meredam penyebaran virus tersebut. Itulah mengapa, sekalipun tangan Anda mungkin sudah mulai terasa kering, mengkerut, dan mulai capek atau bosan mencuci tangan selama 20 detik, tolong jangan hentikan kebiasaan itu.

Ingat bahwa ketika Anda sedang menggosok, Anda juga membunuh sejumlah bakteri jahat lain dan virus yang berpotensi mematikan, yang telah mengganggu manusia selama berabad-abad, termasuk influenza dan sejumlah virus Corona jenis yang berbeda.

Ini yang Sabun dan Air Hangat Lakukan

Di bawah mikroskop, virus Corona tampaknya ditutupi dengan menara runcing, membuat penampakan virus ini seperti mahkota atau ‘corona’, asal muasal namanya. Di bawah mahkota adalah lapisan luar virus, yang terdiri dari lipid atau sejenis lemak. Sekarang bayangkan virus ini adalah makanan bermentega, ditutupi dengan lemak mentega.

“Anda mencoba mencuci piring mentega Anda dengan air saja, tapi mentega itu tidak hilang dari piring. Anda perlu sabun untuk melarutkan minyak. Jadi, sabun atau alkohol sangat, sangat efektif melawan melarutkan lapisan cairan berminyak dari virus,” jelas Williams.

Apakah menyingkirkan lapisan luar itu berdampak terhadap kuman? “Secara fisik menonaktifkan virus sehingga tidak dapat mengikat dan memasuki sel manusia lagi,” ujar Williams.

Bagaimana sabun memiliki kekuatan demikian? Ini berkaitan dengan bagaimana molekul sabun terbentuk, masing-masing sangat mirip sperma kecil, dengan kepala dan ekor. Kepala berikatan dengan air, tetapi ekor menolaknya, lebih suka minyak dan lemak.

Dengan panik mencoba melepaskan diri dari air, ujung sabun ditarik ke lapisan luar virus yang berlemak dan mulai membukanya, seperti kita mungkin menggunakan linggis untuk memisahkan dua potong kayu. Setelah virus atau bakteri membelah, ia menumpahkan isi perutnya ke dalam air sabun dan mati.

Air dan menggosok dengan tangan Anda penting untuk proses ini karena kombinasi ini menciptakan lebih banyak busa sabun, yang mengganggu ikatan kimia yang memungkinkan bakteri, virus, dan kuman lainnya menempel di permukaan.

Anda menggosok, berbusa dan menggosok lagi, masuk ke setiap celah dan celah tangan dan jari Anda, termasuk kuku, selama 20 detik, yang kira-kira sama waktu yang diperlukan saat menyanyikan Selamat Ulang Tahun dua kali. Sekarang, ketika Anda membilas tangan, semua kuman yang terluka, terperangkap atau terbunuh oleh molekul sabun, dihanyutkan.

“Semua gelembung dan busa itu, benar-benar membunuh kuman dan membasuhnya,” kata Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas di Nashville.

Anda sering mendengar bahwa air harus hangat, mengapa? Tetapi, bahkan air panas tidak membunuh bakteri atau virus, sampai Anda mencapai suhu yang bisa membuat kulit melepuh.

“Air dingin akan ampuh, tapi Anda harus memastikan berusaha keras menggunakan sabun dan berbusa,” kata ahli kimia Bill Wuest, seorang profesor di Universitas Emory yang mempelajari disinfektan. Untuk melakukan itu, Anda mungkin perlu menyanyikan “Selamat Ulang Tahun” tiga kali, bukan dua kali.

“Air hangat dengan sabun hingga mendapa busa, jauh lebih baik, lebih banyak gelembung,” kata Wuest. “Itu indikasi bahwa sabun itu, mencoba merangkum kotoran dan bakteri serta virus di dalamnya.”

Cara Kerja Hand Sanitizer Berbasis Alkohol

William Schaffner menambahkan hand sanitizer berbasis alkohol bisa seampuh sabun jika digunakan dengan baik. “Setidaknya harus mengandung 60 persen alkohol. Alkohol itu yang menjadi pembunuh virus,” jelasnya.

Hanya meneteskan sedikit di telapak tangan dan menyeka dengan cepat tidak cukup baik. Anda harus menggunakan cukup banyak dan menggosokkannya di seluruh permukaan. Gosokkan ke seluruh tangan Anda, di antara jari-jari dan di punggung tangan Anda.

“Itu karena alkohol memiliki sifat kimia yang berbeda. Ini membantu memecah membran kuman, tapi Anda harus memastikan kuman itu bersentuhan langsung dengan bakteri atau virus,” timpal Wuest.

Tetapi ada situasi di mana sabun dan air adalah yang terbaik, kata Williams, karena kemampuan sabun dan air untuk menjebak dan membersihkan mikroorganisme. “Alkohol cukup efektif membunuh kuman, tapi tidak membersihkan mikroorganisme lain,” katanya.

“Jadi Anda tahu, jika seseorang bersin ke tangannya, dan tangannya ditutupi lendir, mereka harus menggunakan lebih banyak alkohol untuk menonaktifkan bakteri atau virus itu. Jadi, jika tangan seseorang terlihat jelas terkontaminasi, sabun dan air lebih baik,” kata Williams.

Hal itu sangat penting karena ada kuman dan bakteri jahat di luar sana yang tidak memiliki perut berlemak yang dapat menyerang gelembung sabun, seperti virus hepatitis A, virus polio, meningitis, dan pneumonia.

Jadi, lain kali Anda mencuci tangan untuk yang kesekian kalinya, berbanggalah dengan semua gelembung sabun yang Anda ciptakan, dan nikmati kesenangan membayangkan makhluk-makhluk mikroskopis yang mati mengelilingi saluran pembuangan.

7 Langka Mencuci Tangan

COVID-19

Wabah virus Corona yang menyebabkan  COVID-19 (coronavirus disease 2019) telah ditetapkan WHO sebagai pandemi karena sifat penyebarannya sudah global. Penyebaran virus ini juga telah sampai di Indonesia.

Pemerintah Indonesia telah memberikan imbauan untuk mengisolasi diri sembari melakukan gaya hidup sehat sebagai satu di antara cara meredam penyebaran virus Corona SARS-CoV-2.

Pemerintah juga telah menyiagakan 132 rumah sakit rujukan infeksi di 34 provinsi untuk menangani pasien positif COVID.

Sebagai catatan, rumah sakit rujukan ini menerima pasien yang memenuhi kriteria ‘Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19’. Nantinya pasien bersangkutan didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Lantas, siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terkait pandemi Virus Corona

1. Apabila Pernah Berkunjung ke Negara atau Daerah Terjangkit Virus Corona

Jika Anda pernah berkunjung ke negara atau daerah dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir dan mengalami gejala demam, pilek, batuk dan sesak napas, segera hubungi 119 ext 9 atau periksa ke RS rujukan di daerah Anda.

Jika Anda tidak sedang/pernah mengalami demam di atas 38 derajat celcius, pilek, batuk dan sesak napas, lakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhitung setelah kunjungan/kontak.

Apabila selama 14 hari isolasi mandiri mengalami gejala demam di atas 38 derajat, batuk, pilek, dan sesak napas, segera hubungi 119 ext 9 atau periksa ke RS rujukan di daerah Anda.

Jika selama 14 hari isolasi mandiri, Anda tidak mengalami gejala ke arah COVID-19, tidak perlu periksa ke rumah sakit. Cukup jaga kesehatan dan kebersihan diri.

2. Tidak Berkunjung ke Negara atau Daerah Terpapar COVID-19, namun Mengalami Demam Tinggi

Apabila Anda tidak pernah berkunjung ke negara atau daerah dengan transmisi lokal COVID-19 ,namun mengalami/pernah demam, batuk, pilek dan sesak nafas, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

,

UA-157512802-1